Pacaran ????
Hai...
karena topik kita minggu ini soal pacaran / jatuh cinta...
so, saya akan beri kalian masukan yang banyak soal cinta sejati...
dibaca & direnungkan baik - baik ya...
CINTA SEJATI
Ketika membaca ataupun mendengar kata “cinta”, pastilah kebanyakan orang akan mengasosiasikan dengan “Romeo dan Juliet”, kisah kasih dalam film “Titanic”, guratan di pohon atau coretan di tembok yang menggambarkan hati yang terpanah dengan 2 inisial nama, makan bakso semangkuk berdua, minum es kelapa muda semangkuk berdua, makan malam dengan ‘ditemani’ cahaya lilin dan sekuntum bunga mawar dalam vas di tengah meja serta diiringi alunan lagu dari Kenny G yang syahdu.
Atau kata tersebut identik dengan hal-hal seperti ini :
• Tanganmu berkeringat dingin ketika bergandengan atau bersalaman dengan orang yang kamu sukai …
• Suaramu bergetar, atau bahkan kamu tiba-tiba kehilangan kata-kata ketika diajak bercakap- cakap dengan orang yang kamu sukai …
• Melihatnya tersenyum padamu, tiba-tiba kamu serasa ‘melayang’ di awang-awang dan jantung tiba-tiba berdetak lebih cepat dan lebih keras …
• Kalau tidak ketemu dengannya atau mendengar suaranya di telpon, maka perasaanmu menjadi tidak karuan dan ada kerinduan yang sangat untuk bertemu ataupun menelponnya…
Itukah cinta … ?? Bukankah itu yang digambarkan di novel-novel remaja, film-film seperti “Dawson’s Creek”, “Beverly Hills 90210”, “Titanic”, ataupun cerpen-cerpen yang dibaca di majalah-majalah remaja sekuler yang beredar di Indonesia saat ini.
Survey membuktikan : justru hal-hal seperti itulah yang kebanyakan mendorong kaum muda melakukan hal-hal yang menyimpang dari firman Tuhan dan bahkan melukai hati Allah, dengan melakukan hubungan seks sebelum menikah – yang pada akhirnya mendorong terjadinya aborsi.
Banyak anak-anak muda, generasi terang, yang ‘terjebak’ dengan perasaan/emosinya, yang mengakibatkan terjadinya toleransi demi toleransi.
“Ah… sekalipun dia bukan orang yang percaya kepada Yesus, tapi ‘kan mungkin setelah berpacaran dengan saya dia akan bertobat. ‘Kan berarti sekali tepuk dua lalat – saya berhasil memenangkan jiwa demi kemuliaan Tuhan, dan saya sendiri mendapatkan pasangan hidup yang saya butuhkan …”
Atau : ”Mungkin saat ini dia masih belum bersungguh-sungguh di dalam Tuhan, tapi sambil berpacaran saya akan mengubah dia menjadi lebih bersungguh-sungguh di dalam Tuhan.”
Hal ini sering disebut: missionary dating.
Survey juga telah membuktikan, bahwa seringkali missionary dating seperti itu justru banyak yang berakhir dengan terhilangnya sebuah jiwa, yang tentu saja mendukakan Bapa.
Inilah kebenarannya : emosi tidak dapat dipercaya ! Cinta sejati lebih dari sekedar gejolak emosi.
Cinta sejati lebih dari debaran jantung yang tak keruan, keringat dingin, dan kegugupan saat berhadap-hadapan dengan orang yang disukai. Kebenaran tentang cinta sejati bukanlah seperti yang didapat di film-film, buku-buku novel picisan, atau majalah-majalah remaja sekuler.
Cinta sejati adalah Alm. Suster Teresa yang mempersembahkan seluruh kehidupannya untuk melayani orang-orang yang miskin, penderita lepra, dan orang-orang yang terlupakan di Calcutta.
Cinta sejati adalah membagikan makanan dan pakaian serta keperluan hidup lainnya bagi para pengungsi.
Cinta sejati adalah seperti yang tertulis dengan jelas pada Yohanes 15 : 13.
Dan menjadikan Yesus sebagai prioritas utama dalam kehidupan – itulah cinta sejati !
Berhentilah memfokuskan perhatian pada masalah pasangan hidup. Jangan biarkan perasaan malu dan tidak mau kalah dengan teman-teman sebaya yang sudah berpacaran, menguasai pikiranmu dan emosimu sehingga engkau tidak bisa berpikir dengan jernih.
Fokuskan perhatianmu pada pencarian kebenaran tentang cinta sejati.
Survey membuktikan : bahwa orang-orang yang berhenti memfokuskan pikirannya pada mencari pacar/pasangan hidup dan mulai memfokuskan dirinya pada mencari kebenaran dan mempraktekkan cinta sejati dalam hidupnya, adalah orang-orang yang berhasil menemukan pasangan hidup yang tepat, berhasil menjaga kekudusannya hingga dipersatukan dalam pernikahan yang kudus, dan memiliki kehidupan pernikahan yang sehat dan langgeng.
Kalau saat ini ada teman yang menyukaimu, atau sebaliknya ada teman yang kau sukai, jangan biarkan emosi dan hormon menguasai dan mengacaukan hidupmu.
Bacalah dan renungkan : IKorintus 13, Galatia 5 : 22-23, ITimotius 4 : 12, dan yang tak boleh terlupakan Yeremia 33 : 3.
Kalau orang yang menyukaimu atau orang yang kau sukai ternyata tidak menunjukkan perilaku seperti yang tertulis pada I Korintus 13, maka gunakan akal sehatmu – jagalah jarak dengannya untuk sementara waktu.
Temukanlah cinta sejati yang sesuai dengan kehendak Tuhan, maka Tuhan akan melengkapi hidupmu dengan kebahagiaan yang kau rindukan. Dan yakinlah : Tuhan akan menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya (Pkh 3 : 11a).
INGAT : Pasanganmu menentukan masa depanmu, baik masa depan di dunia ini maupun masa depan kekal kita kelak.
Menikah adalah sesuatu yang penting dan untuk jangka waktu seumur hidup...
So, alangkah tidak bijaksananya kita kalau hal yang akan mempengaruhi seumur hidup kita, kita putuskan hanya dalam waktu sesaat, tanpa pertimbangan yang matang, dan hanya berdasarkan emosi belaka.
Keputusan ada di tanganmu. ( ayat - ayatnya dibaca semua ya... )
saya berharap artikel ini bisa memberkati kalian...
Jesus Love U...
RIZALDI





0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home